Kamis, 31 Januari 2013

Hari ke-30: Semakin Jadi Benang Kusut

Jakarta, penghujung Januari 2013,


Tiga puluh tulisan dalam program 30 Hari Bercerita rampung selama bulan Januari. Antara percaya dan nggak percaya, karena sejak bekerja di sebuah grup media besar, saya seakan tak sempat menghibur diri dengan mengisi-isi blog hingga sebegini rajinnya. Bahkan, di tahun 2012 lalu, saya pernah vakum menulis untuk diri sendiri, selama sekitar 1 bulan. Waw, buat saya hal itu awkward banget, mengingat bagi saya, menulis adalah satu-satunya hiburan yang saya miliki di ibukota.

Sejak awal saya mengikuti program ini, saya ingin menutupnya dengan sejuta ucapan terimakasih pada 30 Hari Bercerita yang membantu saya mengaktifkan jari jemari agar mau bergerak bebas lagi. Menari-nari kembali.

Terdapat beberapa hal menyenangkan yang bisa saya ambil dari program yang menuntut saya menulis rutin - meskipun masih sering bolong-bolong - ini. Blog saya terisi dengan rapi, traffic pengunjung blog pun menjadi sedikit lumayan, dan "buku harian" saya ini mendadak terlihat bernyawa. Setidaknya, otak saya pun dipaksa berputar setiap harinya, mengasah imajinasi saya dalam menyusun kata, dan sebagainya.

Tapi, satu hal paling penting terjadi dalam program 30 Hari Bercerita ini. I've got a lot of new adorable friends. I've got also a lot of new investigation objects for my stalking stuff. Yap! Saya pun memiliki blog-blog baru yang senantiasa saya kunjungi saat sedang lengang.

Dan selain itu, benang "jejaring relasi" saya semakin kusut dari hari ke hari. Bertemu dengan orang-orang tak terduga dalam dunia maya, yang ternyata adalah temannya ini, dan temannya itu.

Pun menulis rutin seperti ini membawa saya untuk menelusuri kembali mesin waktu. Mengintip kembali apa-apa saja yang sudah menjadi memori di masa lalu. Serta menaruh awan-awan pikiran yang kerap menjadi beban dalam bentuk tulisan di dunia maya.

Yang pasti, saya senang karena bola relasi saya semakin besar dan besar, hingga benang jejaring pun bertambah kusut dan sangat kusut.

Membuktikan bahwa, dalam bola bumi yang besarnya luar biasa, terdapat sisi "sempit" yang selalu mengembalikan kita ke hakikat identitas asal: sesempit daun kelor.

That's why, hidup itu seru, karena selalu abu-abu. Nisbi. Tak mutlak. Relatif.

:)

#np Jonsi - Gathering Stories

-penceritahujan-

4 komentar:

  1. tulisan kamu keren kak, suka banget salam pencinta hujan :D

    BalasHapus
  2. salam kenal mba, saya jadi termotivasi dengan tulisanmu yang selalu aktif untuk tetep bercerita

    BalasHapus
  3. zapplerepair pengerjaan di tempat. Zapplerepair memberikan jasa service onsite home servis pengerjaan di tempat khusus untuk kota Jakarta, Bandung dan Surabaya dengan menaikan level servis ditambah free konsultasi untuk solusi di bidang data security, Networking dan performa yang cocok untuk kebutuhan anda dan sengat terjangkau di kantong" anda (http://onsite.znotebookrepair.com)
    TIPS DAN TRICK UNTUK PENGGUNA SMARTPHONE

    BalasHapus