Kamis, 31 Januari 2013

Hari ke-29: Sjálf Lýsing

Jakarta, 31 Januari 2013,

Dalam kehidupan sehari-hari, saya terbiasa untuk bercerita tentang sosok, benda, ruang, acara, perjalanan, bangunan, makanan, minuman, tetapi sama sekali tak pernah mendeskripsikan diri sendiri. Yes, indeed, memang karena itu lah pekerjaan saya, cara saya mendapatkan sesuap nasi dan sebongkah pengalaman (plus setumpuk tiket konser, beberapa pasang sepatu, berhelai-helai baju serta sekantung camilan, tentunya).

Lantas, siapakah saya? Pemilik blog tak penting yang terkesan gloomy, mendung-mendung menyebalkan dan juga mengaku pecinta hujan ini?

Saya Candella Sardjito. Biasa dipanggil Kanne. Nama yang cukup sederhana untuk seorang sederhana pula. Hanya seorang buruh kata yang bekerja di sebuah perusahaan media yang cukup besar, dan memuat orang-orang menakjubkan di dalamnya.

Sedari kecil, saya gemar berkhayal dan bermimpi, biasanya, saya senang menyusun cerita sesuai angan-angan dan keinginan saya sendiri. Menjadi seorang putri cantik yang bisa berubah seketika menjadi pendekar pembela kebenaran. Menjadi seorang gadis anggun yang pandai menari ballet atau seluncur es. Menjadi titisan di mitologi Yunani, yang seringkali sambung menyambung dengan kisah Hercules The Series yang ada di layar kaca.

Bahkan, sampai detik ini saya masih suka berkhayal. Meskipun akhir-akhir ini jarang menyusun cerita tentang diri sendiri.

Pesimis - tidak percaya diri - insecure - egois - posesif - sensitif - mudah cemburu. Enam padanan kata tersebut merupakan sifat asli seorang saya. Nggak heran, kalau saya gampang dilanda ketidakseimbangan magnet hati. Saya kerap membandingkan diri saya dengan sosok lain, yang pastinya jauh lebih menakjubkan daripada saya, dan langsung berpikiran: I am no one. Nothing. Nihil. Bukan tandingan.

Kini saya, menjadi seorang anak tanpa Mama - yang telah mendahului saya ke dimensiNya setahun lalu - dan manusia perantau di antara peliknya kehidupan ibukota.

Seorang fans berat musik-musik pengusung memoryology, yang mampu membawa saya mengkhayal, menghimpun memori hingga ke batas maksimal dan menyusunnya menjadi pilahan rasa.

Seorang pecandu euforia dalam setiap suasana dan waktu yang tak mungkin berputar sama untuk kedua kalinya.

Seorang pengagum semiotika, pertanda, dan keajaiban percakapan di luar akal sehat manusia, yang diberikan lewat aktivitas di bola dunia.

Seorang sosial yang selalu senang dengan eksistensi keluarga dan teman, meskipun tak perlu cerita, walaupun hanya lewat bercanda dan tawa.

Seorang biasa, yang hanya ingin bahagia.

:)

nb: Sjálf Lýsing = Deskripsi Diri (dalam bahasa Islandia)

-penceritahujan-

1 komentar: