Jumat, 25 Januari 2013

Hari ke-23: Obrolan Bodoh (Lagi)

Jakarta, 25 Januari 2013,

Heran-herannya, cerita kali ini dihiasi oleh istilah klenik macam "jenglot", bahkan saya pun terkesima kala membaca diksi ini ada dalam tulisan saya. Rasanya seperti ingin berkata, "Waw, berani-beraninya gue nulis cerita beginian!".

By the way, apa itu jenglot?

Jenglot atau lebih populer dengan nama Bethara Karang telah lama dikenal sebagian masyarakat yang menggemari koleksi berbagai macam ajimat, pusaka, atau benda-benda keramat bernergi gaib. Bethara Karang (biasa disingkat; BK) wujudnya seperti mummy dengan ukuran panjang 5 cm, ada yang >10 cm.(sumber: http://sabdalangit.wordpress.com)

Tapi, sebenarnya, jenglot yang ingin saya ceritakan bukan lah kisah mistis, ataupun cerita yang akan membuat bulu kuduk merinding.

Cerita ini sebenarnya hanya berkisar tentang sebuah perbincangan bodoh antara saya - dan lagi-lagi - bersama seorang teman bernama Bulky (@bulkydomae). Alkisah, suatu ketika, rekan dunia maya ini menemani saya yang tengah dilanda gundah gulana. Kami ngobrol-ngobrol lucu, seperti biasa, berujung dengan topik random yang tidak memiliki arah dan tujuan.

Tema malam itu, tercetus dari cerita mengenai khayalan saya jika bekerja untuk sebuah media cetak  mistis dan klenik, yang memang telah ada sejak saya masih jadi anak ingusan.

Dan, entah kenapa, kami pun berbincang hebat tentang khayalan inovasi jenglot masa kini, antara lain:

1. Jenglot Jamaican Style, berambut rasta dan hobi mengonsumsi cannabis, entah cannabis atau daun kol. Atau bahkan daun bayam. Lalu sering berkata "Yoooo, maaaan!" sambil memainkan irama petikan gitar khas reggae.

2. Jenglot Money Talks, dengan rambut panjang halus terurai, yang hobinya creambath lucu dan ke salon. Tak lupa ketika menjinjing tas dengan hanya menyantolkannya di tangan, seperti layaknya wanita-wanita tipikal masa kini. Eits, jangan lupa rambut belah tengah dan hotpants! Gaul berat, broh!

3. Jenglot Berponi, rambutnya mengikuti sebuah iklan dengan lagu berlirik: Dia terlalu indah, tuk dilihat setengah-setengah (ada yang ingat kah?). Poninya mengikuti wajah jenglot yang sungguh manis manja. Dengan matanya yang bulat, bukankah jenglotnya akan menjadi sangat...unyu?

4. Jenglot Banci, dengan gender yang tak jelas, setengah pria setengah wanita. Mungkin kalau dalam ilmu biologi, dia disapa dengan hermaphrodit. Senang memukul-mukul manja pundak rekannya, dengan tangan terkepal. Bedak yang digunakan pun berlebihan, antara serupa dengan vampir atau baru dipukuli satu RT. Jangan lupa dengan gincu dan pemerah pipi. Sang Jengci (jenglot banci) pun tampak sangat perfecto~

Overall, obrolan dini hari ini usai karena masing-masing dari kami telah mengantuk, dan sudah (kembali) berjumpa dengan waktu Subuh. Yes, kami begadang hanya untuk membicarakan tiga hal: (sedikit) kegalauan, (agak banyak) konspirasi dan (sangat banyak) inovasi jenglot.

Tapi, seperti biasa, perbincangan hilang arah ini selalu berhasil membuat ketidakseimbangan magnet hati, kembali pulih seperti sedia kala. Kembali tenang. Kembali tertawa. Kembali ceria.

Hahaha~

Tengkyu barbekyu Bulky-bulko, walaupun emang kamu ngehe berat dan menjadi semacam teman tapi horor, kamu selalu berhasil bikin suasana mencair lagi, jauh dari yang glumi-glumi. Dan satu lagi, maaf ya saya selalu merepotkan, kamu memang ditakdirkan untuk direpotkan sama saya, hahaha! Thanks a bunch!

#nowplaying Darwin Deez - Radar Detector

(semacam seonggok lagu yang membuat saya dan Bulky terlibat dalam perbincangan super panjang pertama kalinya, hahaha)

-penceritahujan-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar