Sabtu, 15 Januari 2011

Day 3 #30HariMenulisSuratCinta : 16 Jam dan Pesan yang Tak Sampai

 

-enambelasnolsatuduaribusebelas-

06 : 25
Hey, pagi! Udah bangun kah kamu? Jam brapa sekarang disana? 

07 : 50
Di dunia antah berantah ada sinyal kah? Nyampe ga SMS saya? Pasti ga nyampe ya? Provider saya emang super lambat!

08 : 19
Saya berolahragapagi dan menggunakan sepercik semangat dari teman-teman kamu, sang gerimis-gerimis lucu. Makasih ya? Pasti teman-teman saya ga sampai ke Antah Berantah deh, dunia sana kan ga kenal sama hujan, ga kenal sama gerimis bahkan ga kenal sama pelangi.

09 : 20 
Dan pesan saya pun tak berbalas, apakah memang kamu ga mau terima SMS dari saya ya? #pagigalau

10 : 35
#nowplaying Art Garfunkel - I believe (when I fall in love it will be forever) *saya hanya tersenyum mendengar penggalan lagu manis ini, mengingat sang astronot yang sedang menjelajah dari satu dimensi ke dimensi yang lain.

11 : 11
Sebelas-sebelas. Waktu favorit saya! Dan semoga di waktu kesukaan saya ini, sang pesan bisa sampai ke dalam dunia telepati saya dan kamu.

12 : 40
Selamat siang, dan selamat makan! Saya makan lotek loh..! Kamu makan apa hari ini? Ada lotek juga ga disana? Kalaulah ada lotek, tolong difotoin ya? Saya penasaran lotek ala Antah Berantah kaya apa. 

13 : 25
Saya ingin tidur siang, dan semoga kamu berjalan-jalan di mimpi saya hari ini. 

14 : 28
Kamu nyata ga sih? Kadang ada, kadang hilang. Dan hari ini kamu ngga muncul di mimpi saya. Dan hari ini pun sang air mata lah yang menghibur saya. Bukan kamu. Bukan kamu.

15 : 32
Saya ingin nyusul kamu, tapi saya ngga tau harus naik apa, jurusan apa, dan dimana? Karena kamu ada di dimensi yang saya pun ngga tau itu dimana. Kamu dimana??

16 : 14
Saya tau kamu makhluk yang sungguh pelupa. Tapi jangan sampai lupa pulang dong, jangan sampai lupa sama saya... *dan saya kembali menatap guratan-guratan tak berarti yang tercipta dari tangan saya. Sketsa wajah kamu yang super-abstrak.

17 : 42
Selamat sore. Apakah dunia tempat kamu berpijak dapat melihat awan sore juga? Ingatkah saat saya dan kamu bermain-main bersama seakan mengejar sang awan? Pasti lupa. Pasti lupa.

18 : 30
Astronot, udah beribadah kah kamu? Ayo kita sama-sama berdoa sama Tuhan, biar saya dan kamu bisa cepat bertemu.

19 : 45
Hei, dunia mana lagi yang akan kamu jelajahi. Apakah di sana kamu mengenal pagi, siang, sore dan malam? Disini sudah malam, sang bulan dan bintang pun udah bertugas kembali. Seperti pemandangan yang biasa kita lihat bersama di atas sebuah sepeda tua. 

20 : 20
Baiklah, kamu tak berkabar. Meninggalkan pesan melalui sinyal telepati pun tidak. Kamu kemana?

21 : 45
Hey penjelajah luar angkasa, mungkin kamu lupa, dan mungkin ada banyak manusia yang lebih baik di luar sana. Tapi saya nggak akan pernah lupa, dan saya masih di sini. Seorang penanti sosok berbentuk kamu di dimensi saya, dan pastinya dunia-dunia mimpi saya. 

22 : 25
Selamat malam, selamat tidur. Dan saya masih menunggu kamu. Masih. dan masih...  
#np Annie Lenox - I Don't Wanna Waiting in Vain

-letterneversent-

.penceritahujan.160111.rumahmini

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. ah menusuk.. kejadian yang sepertinya nyata dalam hidupku.. kadang ada kadang tidak.. tapi haruus dijalani demi cinta.. haha.. _eankecil_

    BalasHapus
  3. emaang eank, sungguh ini mah kaya pengalaman pribadi, harap-harap cemas gmana gitu :D
    ayooo smangaat!

    BalasHapus