Kamis, 24 Februari 2011

#MenulisSuratRindu : Untuk Kaum Matahari Malam di Balik Bukit

Jumat | dua lima nol dua | dua ribu sebelas | jam lima lewat tigapuluh menit


Apa yang terputar di playlist kali ini? #nowplaying BIP - Pelangi dan Matahari.
Cuma buat kalian, para kaum matahari malam di balik bukit.

Lahir di atas bukit terjal nan jauh di sana, menetas dari cangkang telur nan transparan, cuma bertahan hidup sekitar 7 jam sejak pukul 9 malam itu, dan hanya bisa dijumpai tiap dua tahun sekali. (termasuk aku, yang saat itu pun ikut berubah menjadi bagian dari kaum matahari malam di balik bukit).

Inget ngga? Begitu lahir di suhu yang super sejuk itu, langsung dihiasi oleh indahnya pemandangan kota dari atas bukit, tanpa gangguan satu helai kabel listrik pun. Pemandangan yang sempurna untuk kelahiran para manusia-manusia luar biasa ini.

Kalian berkata, tempat ini lebih indah dari tempat manapun yang ada di muka bumi. Aku setuju! Aku pernah bercengkrama dengan Sang Pantai, dan aku pun pernah berkenalan dengan Sang Ibukota. Ah! Cuma tempat ini yang luar biasa. Tempat ini dan makhluk-makhluk ini. Dan saat-saat seperti ini!

Dan aku kangen saat-saat itu, kawan! Momen-momen jarang terjadi dengan tempat menakjubkan. Kapan lagi kita bisa menikmati, saat-saat kita menjadi sebuah kaum tersendiri yang menguasai bukit itu. Ya, kita telah berubah, bertransformasi menjadi kaum Matahari Malam. Para kaum yang nggak mengenal kata malu satu sama lain, menjadi kaum yang sangat mencintai keadaan dan kebersamaan itu, kaum yang telah menyinari sang bukit selama 7 jam di malam hari tiap dua tahun sekali - bahkan mengalahkan cahaya purnama yang saat itu juga menghiasi perjalanan kita.

Puisi, gitar, harmonika, kursi batu, perapian yang ga nyala-nyala dan minuman hangat serta mantel-mantelnya, merekalah sahabat kita hari itu, kawan! Dan perlu diketahui, hari itu kaum Matahari Malam pun merangkum segala perasaan yang dimiliki oleh manusia. Bahagia, jatuh cinta, tertawa, bodoh, tolol, panik, gila sampai urat malu yang sudah putus. Tak memilah-milah - karena semua perasaan itu sama, berasal dari hati para Matahari Malam ini.

Meskipun 7 jam menjadi Kaum Matahari Malam telah berlalu, dan semuanya telah kembali ke dalam bentuk dan tempat masing-masing, cerita Matahari Malam ini akan selalu abadi, betul kawan?

Ternyata nggak butuh waktu lama untuk merasakan suatu kata yang namanya #kangen , 7 jam bersama para kaum Matahari Malam, dan ingatan pun masih ada di sana, bukit terjal yang menyimpan kenangan manis yang cuma bisa ditemui setiap dua tahun sekali - dan entah akan bisa ditemui kembali atau nggak. Yang pasti kenangan itu ga pernah mati.

Dan Matahari pagi ini pun tersenyum padaku kembali, dan berkata "Kaum matahari malam, kita berjumpa dua tahun lagi ya?" Semoga kita bisa ketemu lagi ya hey?

.penceritahujan.250211.kaummataharimalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar