Senin, 21 Februari 2011

Day 30 #30HariMenulisSuratCinta Cuma Ingin Selesai Aja!

Teruntuk hari ketigapuluh.

Maaf ya karena Hujan telat banget menulis angka TIGA PULUH yang ternyata sangat dinanti-nanti sama sang Hujan.

Ceritanya Hujan harus jalan-jalan kesana kemari mengamati sang bumi yang sedang tersinari oleh cerahnya Matahari. Dan ceritanya Hujan terseok-seok mencari celah untuk tetap bertahan hidup, bertahan tinggal di seonggok bumi, demi untuk menatap serpihan-serpihan kenangan yang telah ia ciptakan bersama gerimis nan manis, pelangi tampan, matahari ibukota, truk sayur restu ibu, sepeda yang bernama si doski, buku harian yang tak seberapa, pilox-pilox di dinding kota, jalur sepeda, bahkan hingga eskrim conello yang nyaris meleleh.

Dan surat cinta ke TIGA PULUH ini didedikasikan untuk semua TIGA PULUH benda indah yang selalu menghinggapi kehidupan Sang Hujan, blog yang berasa kaya kacang goreng ga penting ini, dan juga TIGA PULUH kenangan yang telah tercipta di dalamnya. Peluk dan cium dari Hujan sebanyak TIGA PULUH kali. Semoga cerita hujan ini tidak sampai hanya di hari ke TIGA PULUH saja, baik-baik ya kamu disana, kenangan manis..!

Terimakasih TIGA PULUH, dan Hujan pun masih selalu menjadi bayanganmu.

.penceritahujan.220211.finishingtime!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar