Jumat, 08 April 2011

#CurhatHujan : Apakah Hujan Jatuh Cinta?

Tetes demi tetes hujan jalan-jalan ke bumi lagi hari ini, bersalaman dengan para pohon, tanah dan juga rerumputan hijau yang selalu setia menemani sang bumi yang sedang tertidur dengan lelapnya. Pagi ini, ketika Matahari pun belum tampak dari ujung pelupuk mata, dan pagi ini, saat pagar-pagar putih masih tertutup dengan rapinya, menanti sang gerobak eskrim yang akan melewatinya setiap siang hari, dan pagi ini, ketika semak-semak sudah menyapa lembut sang hujan, dan berkata “Selamat pagi, Hujan!”

Dan Hujan beranjak ke toko buku yang masih tutup, masih belum bersuarakan apapun, bahkan langkah kaki pun tak terdengar di sini. Hanya suara hati Hujan aja yang tersirat pagi ini, diam-diam mengintip seonggok buku-buku yang terpampang rapi di dalamnya. “Hari ini, Hujan khusus maen ke bumi pengen ke toko buku!”

Kenapa oh Hujan? Emang di langit ga ada toko buku? Di langit ada sih, cuma Hujan hari ini lagi nyari sesosok buku, kawannya yang lama tak ditemuinya, yang Cuma ada di bumi bersatu bersama para manusia yang penuh dengan keinginan dan kemauan.  Hujan juga ketularan manusia kayanya, mimpinya kali ini, tertera pada halaman-halaman sang buku, sahabat lama Hujan.  Siapakah sebenarnya Sang Buku?

“Hujan, lo ngapain sih nyari-nyari gue? Pasti lagi pengen jalan-jalan ya Hujan?”
“Gue lagi bosen Cuma jalan-jalan di daerah teritori yang ini-ini lagi, Buku, gue pengen travelling!”

Cita-cita yang aneh, rupanya Hujan ketularan dari seorang manusia, yang selalu Hujan perhatikan diam-diam dari jauh, sesosok penuh peluh dan kulit kecoklatan, rambut ikal terjuntai sebahu lebih, sering diikat rapi, tak lupa dengan selembar kain menyerupai syal yang mengikat kepalanya. Betapa oh betapa.. sudah lama Hujan nggak merasakan yang namanya jatuh cinta. Sang manusia adalah seorang pecinta alam yang senang mendokumentasikan alam bumi beserta isinya ini ke dalam seni menangkap gambar. Ah, hujan merupakan bagian dari alam bukan? Apakah sang manusia juga mencintai Hujan, sama seperti Hujan mencintainya – meskipun diam-diam dari kejauhan?

Berkeliling sebuah kesatuan kepulauan yang dinamakan Zamrud Khatulistiwa menjadi impiannya, dan bohong banget kalo Hujan tidak ikut merasakan sensasi tersebut. Karena Sang Manusia, Hujan mendadak menjadi salah seorang anggota tak resmi yang sangat mencintai alam bumi dan seisinya, kenapa anggota tak resmi? Karena Hujan adalah bagian dari alam itu sendiri, dan Hujan berharap Sang Manusia melihat ke arahnya, dan mendadak Hujan pun abadi di dalam setiap rol-rol filmnya.

Hujan mendadak ingin travelling, ingin belajar motret, ingin mendokumentasikan setiap inci perjalanannya bersama Sang Manusia ke dalam sebuah rangkaian kata-kata sederhana tetapi indah. Dan Hujan tahu, saat Hujan melakukan sebuah perjalanan, kemanapun Hujan berada, Hujan selalu mengingat Sang Manusia. Hujan jatuh cinta, sangat jatuh cinta.

Hujan cuma ingin masuk ke dalam dunia Sang Manusia agar bisa  merasakan setiap jengkal perasaan terpendam Hujan yang merasuk ke dalam pori-pori kulit Sang Manusia, yang kemudian diteruskan kembali ke dalam hati dan kepala Sang Manusia. Hujan ingin selalu jatuh cinta terhadap Sang Manusia – sama seperti yang ia rasakan ketika ia berjalan-jalan menyaksikan kawan-kawan lainnya di seantero dunia, air terjun, gunung, hutan, rerumputan, pohon pinus, kereta api, jalan raya, bangunan tua, awan, langit, sungai, bebatuan, danau, kawah, lembah, dan sahabat lainnya.

Semoga Hujan mengerti dan manusia mengerti.

nb : curahan hati Hujan yang sedang menanti Sang Manusia diam-diam dari balik jendela langit. Cepat pulang hey Manusia yang lagi berkumpul bersama para penangkap gambar lainnya nun jauh di sana. 

#np  Funny Little World by Alexander Byrak  

.penceritahujan.090411.ceritahujansedangjatuhcinta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar