Kamis, 17 Maret 2011

#CurhatHujan Dua Jam Menyenangkan : Braga City Walk - Jalan Riau

Jalan kaki sendirian menyebalkan? Awalnya sih memang begitu, yang dirasakan sama sesosok manusia yang menamai dirinya #Hujan saat si manusia yang ia sebut #Pelangi itu ga nawarin untuk menjemputnya pulang sama sekali walau cuma sekedar basa-basi aja (mata menyipit dan rasanya pengen ngelempar kulkas ke arah si #Pelangi yang hari itu di mata #Hujan super ABU-ABU!), dan FYI, #Pelangi kan memang malah mengantar sang teman pulang, tapi ga khawatir si pacarnya belum pulang atau gimana lah - ga mengabari sedikit pun sampai esok harinya. *jadi curcol ah euy ieu mah! (mendadak lupa, dilarang curhat di blog ini, tanpa konotasi yang berimbang -> jadi kalo mau curhat harus pake perumpaan, Bung!)

Ya sudah, curhatnya selesai boy, tapi kemudian Si #Hujan yang seorang diri saat itu menemukan esensi dari kesendiriannya melanglang buana dari Jalan Braga hingga berujung di Heritage, Jalan Riau ini.

Esensi apa?

Satu, hari itu Bulan lagi cantiiiik banget, ternyata ga harus berpenampilan utuh dan sempurna terlihat agar ia tampak cantik ya? Cukup dengan menyembunyikan setengah badannya, ia tampak super misterius dengan cahayanya yang gemerlap, bersembunyi di antara awan-awan kelabu di langit malam. Ah, makasih ya Bulaaan, Si #Hujan ga kesepian karena ditemenin Bulan sepanjang perjalanan.

Dua, #Hujan melihat betapa menyenangkannya Kota Bandung di kala matahari terbenam. Ga panas, ga ngos-ngosan, sepi, ga banyak abang-abang yang nongkrong dan godain ga jelas, dan juga saat yang tepat untuk #Hujan curhat sama air matanya yang cukup membasahi muka. Ga ada yang merhatiin, ga ada yang memandang aneh, karena gelap. Kalo kata ERK mah, gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.

Dan tiga, #Hujan mendapatkan berbagai pengalaman tersendiri selama perjalanan penuh kesendiriannya ini. Emang miris sih, saat melihat tubuh-tubuh lain menggenggam erat tangan pasangannya, sementara #Hujan sendirian, dan #Pelangi saat itu tampak ga peduli dengannya (super ga peduli), tapi yang #Hujan tau : #Hujan harus mandiri! #Hujan harus bisa melewatinya apapun yang terjadi, dan #Hujan bisa berdiri sendiri, #Hujan ga harus nunggu #Pelangi untuk pulang ke langit. Dan ternyata berjalan kaki di sekitar kota selama 2 jam di malam hari sangat menenangkan hati.

Braga, Landmark, Gedung Indonesia Menggugat, Balai Kota, Mesjid Al Ukhuwah, Wastukencana, Jalan Riau. Dan #Hujan pun menghentikan langkahnya tepat di salah satu FO bernuansa putih di perempatan Jalan Riau. Ah, betapa menyenangkan, kesendirian yang membuat gejolak hati #Hujan yang lagi super sedih saat itu menjadi tenang, dan lebih positif melihat semua hal.

Ah, sudah selesai #curhathujan nya... Terimakasih Bulan, Converse, Earphone, Playlist, Mr BIG, KOC, Mew, Awan, Lampu Jalan, Air Mata, Softlens. Terimakasih semua, terimakasih.

.penceritahujan.170311.kantormini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar