Minggu, 05 Juni 2011

#CurhatSamaHujan : Pukul Dua - Depresi Pagi

Tangan kaku, mungkin karena saya lama ga menorehkan isi kepala saya di sini.
Sungguh
I'm just like a horse who should get away from this place right now,
but I can't, and you know? It's kind of killing me softly!
Otak saya tak dapat menjangkau tempat-tempat di luar sana,
Khayalan saya terbatas, saya seperti berada dalam sebuah box berukuran tipe 54,
yang hanya bertemankan tukang tahu, tukang bacang ataupun tukang sayur yang tepat melewati depan rumah saya.
Kata-kata? Entahlah, harusnya mengalir deras seketika saat saya menggerakkan tangan saya di atas tombol huruf-huruf berwarna hitam ini.
Tapi apa mau dikata, yang terasa cuma satu makna, dengan banyak pilihan kata.
HAMPA. KOSONG. BUSUK.
Ini ternyata rasanya berdiam diri di rumah, seperti terpenjara oleh nurani yang tak memperbolehkan saya kemana-mana.
Maaf, tapi benar adanya, di sini, saya mati.

.penceritahujan.060611.sudahlamatidakbertemuhujan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar