Jumat, 12 November 2010

Cerita Ojek Today part.2

Benny&Mice's illustration 'bout OJEK!
Jumpa lagi bersama si aku, sang penceritahujan, yang kemarin-kemarin baru berwisata ke negeri dongeng di atas sana - dimana aku berjumpa dengan peri-peri hujan yang sedang berada dalam pengaruh monster abu vulkanik, sebut saja aku abis perang dan cape butuh istirahat.. *padahal wae, intinya sih aku keujanan;yang gosipnya di dalam butiran hujan teman-teman saya itu sedang terkandung segerombol abu vulkanik hasil gunung-gunung berapi yang kabarnya sedang aktif di Indonesia... -__-

Ya, dan sang penceloteh ga penting ini kembali lagi bukan dengan cerita kehujanan, atau cerita perjumpaan dengan sang teman-teman - titik-titik hujan yang manis - disini kembali lagi aku akan bercerita tentang sang ojek today, yang tetap menjadi teman perjalananku sehari-hari.

"Kanne..! Makanya, brangkatnya pagian dong biar ga usah naek ojek" ujar sang Mama, tapi tetep aja kayanya mau sepagi apapun aku bersiap-siap, bila melihat seonggok kumis Om Pringles ataupun jaket khas mamang-mamang pencari nafkah lewat keahliannya mengemudi ini - mengingat beban yang harus kubawa ke kantor sangat banyak ; laptop, kamera, charger laptop ; hati pun luluh menggunakan jasa mereka. Ngojek lagi tiap hari, wew..!

Apa yang menarik dari ojektoday? Ya, mamang ojek kali ini bukan mamang dengan kumis khas Om Pringles lagi. Bukan pula mamang ojek "hahehoh" yang agak-agak soktau jalan tapi malah menyesatkan. Dan bukan pula mamang yang memuji ingatanku akan jalan-jalan di Bandung - super heran ada yang berkata seperti itu, karena sebenarnya pemirsa, sang pencerita bodoh ini sangat tidak hapal jalan - nah, jadi siapakah gerangan mamang ojektoday? Ya, dia adalah si mamang ojek yang agak-agak putih - agak mirip temen sebenarnya - tapi yang membuat perjalanan kali ini menarik adalah kata-kata yang tertempel di helm sang mamang.

FYI, aku orangnya tukang nyela sebenernya - ya Allah, ampuni aku - itu seperti sebuah guilty pleasure in my mind lah, berasa diri sempurna padahal kan isuk deui. Dan kali ini, tulisan-tulisan yang terpampang tepat di depan mataku ini sangatlah menusuk, mencolok, mencocol mata! Ditambah lagi tipografinya yang sangat catchy, uww..! Dan pesan-pesan dari tulisan stiker di atas helm berwarna gelap dan pekat itu begitu membekas di hati.

Tulisannya apa aja coba? Ini tulisan-tulisan stupido but pleasuro sebagai berikut ya saudara-saudara.
1. Cewe Racun -> makkjangg.. racun, cyiinn!
2. Motor kreditan, enak diSTART, ga enak diSTORT. -> dan maksud dari diSTORT adalah disetor ternyata. Oh ya ampun, kreatif memang manusia-manusia di kota kembang tercinta ini.
3. Geus mah kasep, loba nu bogoheun deuih (udah ganteng, banyak yang suka lagi) -> rupanya si Mang ojek yang saya tumpangi adalah seorang playboy... *donjuan boy!
4. Aingkasep (saya ganteng) -> dan ternyata si mang ojek percaya diri sekali. ckckck *perlu dicontoh yaa!

Humm.. dan Jalan Kesehatan No. 11 pun terlihat. Dan saatnya bagiku untuk berpisah dengan tulisan-tulisan yang menimbulkan banyak imajinasi di dalamnya. Ongkos pun diberikan, dan goodbye dear sticker! Selamat tinggal om Helm beserta stiker-stiker penghiburku di perjalanan yang hanya berlangsung sekitar 15 menit ini. Semoga kita berjumpa lagi kah? Kalo ketemu lagi, stikernya harus nambah ya... yang lebih gokil lagi ya bang Helm..! Siapa tau bisa jadi bahan liputan Cerita Ojek Today berikutnya...!

Dan sekali lagi, waktu memisahkan kita lagi, teman..! Sampai jumpa di episode selanjutnya, yang lebih ga penting lagi kayanya... Terimakasih atas waktu kalian membaca posting-posting aneh ini.. See ya!!

.jumatsorenancerah.CeritaOjekToday.kantormini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar