Senin, 21 Januari 2013

Hari ke-20: Bertanam Gelitik

Jakarta, 21 Januari 2013,

Sebenarnya, berkebun atau bercocok tanam bukan hobi saya. Bermain tanah, menyirami tanaman, menyembur pupuk, dan mencangkul tanah hingga gembur, hanya biasa saya saksikan dari kaca jendela.

Sampai akhirnya, ada yang memperkenalkan saya dengan tanaman bernama Gelitik. Tanaman absurd, aneh, antinormal, anti-mainstream.

Banyak hal ajaib yang dilakukan oleh tanaman yang tak bisa didefinisikan secara ilmiah ini, antara lain sebagai berikut.

1. Gelitik tidak tumbuh di tanah, melainkan dalam sebuah penyimpan rasa bernama hati, penyimpan debar bernama jantung. Lucunya lagi, dia bisa menjalar sesukanya, tanpa pupuk dan air yang membanjiri. Dia bisa tumbuh dari beragam hal, seperti: memori, dan euforia.

2. Gelitik bisa muncul tiba-tiba, seperti tagline sebuah film horor: datang dijemput pulang tak diantar. Tak ada yang memaksa Gelitik untuk tumbuh, tak ada yang membawa bibit Gelitik untuk mampir. Tiba-tiba saja, Gelitik muncul, menyusupi pojok-pojok indra perasa manusia, lantas mendominasi ruang gerak otak di dalamnya. Tak bisa dikontrol dengan mudahnya.

3. Ketika Gelitik mengembangkan kelopaknya, dia bergerak aktif mengikuti arti namanya: (meng)gelitik. Membuat efek senyum tersipu-sipu, kadang sakit perut menghampiri atau keringat dingin membanjiri.

4. Gelitik bisa bertautan erat dengan ingatan, berkonspirasi membentuk lembaran kenangan, sehingga euforia tersimpan di kepala dengan awetnya. Bahkan sampai sumber Gelitik menghilang, bahkan sampai sumber Gelitik lupa kalau telah meninggalkan bibitnya begitu saja.

5. Gelitik tak bisa dihilangkan dengan cepat dan singkat. Butuh ribuan senjata untuk menebas Gelitik hingga ke akarnya. Bahkan, ada pula Gelitik, yang semakin ditebas, semakin ia bertahan dengan kuat, bahkan menjalar lebat.

Seperti tumbuhan cannabis, Gelitik menciptakan sebuah adiksi, yang membuat saya enggan melepasnya, melupakannya, apalagi membunuhnya.

Hey, apakah kamu tengah bertanam Gelitik juga?

:)

-penceritahujan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar