Kamis, 02 Agustus 2012

#1 Radar Detector


You and I buy star maps and drive my car around Los Angeles
You and I buy star maps and ding dong ditch a televangelist
It's only been a week, b
ut I know that you are mine to keep

Lagu super ceria. Video klip yang super absurd. Dan tentunya, musisi yang super ajaib pula. Itulah tembang yang dilantunkan oleh Darwin Deez, grup band asal USA. Awesome freaky American - begitu pendapat saya, ketika melihat videonya terputar dari situs youtube. 

Saya mendapatkan lagu ini dari seorang kerabat bernama Ramzi @ramzisme , yang sebenarnya hanya saya kenali dari situs jejaring sosial. Alhasil, karena saya sering semacam menulis status now playing, usut punya usut, selera kami hampir mirip. Surat elektronik pun menghampiri inbox saya. Dan, salah satu di antaranya adalah lagu ini. Judulnya sudah memiliki daya magnet yang kuat, sehingga saya memilih untuk memutarnya lebih dulu. 

Wow! Racun, pelet, susuk atau entah apa yang tertanam dalam lagu ini sangat efektif. Terbukti, dari awal saya mendengarnya, hingga detik ini, aura bahagia seperti berkeliling di sekitar otak saya. Irama riang, lirik manis yang nggak gombal sama sekali: YOU ARE A RADAR DETECTOR.

Terlebih, saat saya mengintip video klipnya yang lebih absurd lagi. Sang frontman, Darwin Deez alias Darwin Smith, terlihat sangat bahagia karena hal-hal yang sederhana. Kertas-kertas beterbangan saat sesi pemotretan, memakai payung terbalik, merakit beberapa kamera lalu digunakan di kepala layaknya mahkota, hingga menyetir sebuah mobil mini berdua. 

Satu kesimpulan terjadi, terutama menyinggung jiwa-jiwa lemah seperti saya: bahagia itu sederhana. Banget! Sangat! Amat!

Menyenangi pekerjaan, menikmati hal-hal kecil yang ada di tengah perjalanan, hingga memperhatikan lika-liku manusia yang lucu dan penuh keragaman. Ya, saya nggak harus mencari bahagia di bioskop, restoran mahal, tempat-tempat wisata nun jauh di sana, atau pusat pertokoan dengan brand-brand high-end.

Saya cukup bahagia saat menemukan sprei tosca dengan motif polka dot dengan harga terjangkau. Saya senang membeli rak biru muda yang sesuai dengan kamar kost. Saya bahkan bahagia ketika melihat seonggok susu rasa pisang siap untuk dilumat. Bahkan, saya bahagia karena mengetahui bahwa sosok yang selalu saya kagumi karyanya ternyata hanya berbeda satu lantai dengan saya. 

Dan yang pasti, saya bahagia, saat menggali kenangan terdalam di ingatan. Saat flashback ke masa-masa saya tersipu malu, mengingat satu tempat karena kejadian yang berlalu di sana hingga sedetail-detailnya. Ya, saya bahagia karena saya memiliki kenangan yang manis dalam satu sisi otak kecil. 

Dan, satu lagi. Satu hal lagi yang dapat membuat saya bahagia. 

Ya, saya akan sangat bahagia bila telah mencium aroma petrichor, aroma tanah yang terkena hujan. Dan pastinya, saya-super-bahagia-maksimal-saat-bertemu-hujan. Seakan berjumpa kawan lama, saya ingin bermain hujan-hujanan tanpa mengenakan payung, mendengarkan lagu-lagu pembawa suasana hati, untuk kemudian menari-nari di sana. 

Kenapa saya bahagia bertemu hujan? Seperti cerita yang diadaptasi dari ucapan seorang Edwin Windu Pranata alias @saya_ewing , "Hujan itu adalah utusan Langit untuk menyampaikan surat rindu untuk Bumi". Ya, hujan menggenggam sejumput rasa bahagia, Langit menitipkan serpihan hatinya untuk Bumi melalui Hujan, yang terpisahkan jarak dan waktu. Wajar jika saya bahagia, bukan?

Anyway, terimakasih pada Ramzi yang seakan menjadi penyelamat saya melalui lagu ini. FYI, sedikit ketidakseimbangan mampir pada pikiran saya belakangan ini. Dan, percaya nggak percaya, tembang Radar Detector ini menjadi obatnya, yang sangat ampuh guna menutup lubang luka yang terbuka lebar. Menyeimbangkan kembali kutub magnet bagi hati, jiwa, pikiran dan tubuh saya yang sedang kopong.

So, enjoy then! Semoga aura bahagia ini menular juga bagi semua-semua-semua-semua yang membaca tulisan ini dan akhirnya mendengarkan tembang Darwin Deez sebagai penyemangat hari. Cheers, people! 

Jakarta, 3 Agustus 2012,
-penceritahujan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar